MAKALAH ILMU PANGAN DAN GIZI
MAKANAN BERGIZI SEIMBANG BERDASARKAN TINGKAT USIA
DISUSUN OLEH:
Arif Pambudi ( C1061151035)
Ma’ruf (C1061131001)
Muhammad Supardi (C1061131006)
Wais Alkarni (C1061131014)
Yusup Nurahman (C1061131007)
PRODI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANNJUNGPURA
PONNTIANAK
2016
KATA PENGANTAR
Pertama-tama
saya ucapkan Alhamdulillah kepada Allah SWT. karena berkat rahmad-Nya lah
makalah tugas terstruktur ini bisa deselesaikan tepat waktu. Tidak lupa saya
ucapkan terimakasih kepada Ir. Hj. Tri Rahayuni, MP selaku dosen pengajar ILMU
PANGAN DAN GIZI yang telah memberikan tugas terstruktur ini dengan tujuan untuk
melatih kemampuan kami dalam mencari dan mengembangkan informasi diluar kampus.
Makalah ini dibuat sesuai dengan intruksi
yang diberikan oleh dosen. Selain untuk memenuhi tugas tersyruktur mata kuliah
ILMU PANGAN DAN GIZI, makalah ini juga untuk memperkaya wawasan mahasiswa
umumnya, khususnya bagi saya kami sebagai penyusun makalah ini. Semoga dengan
dibuatnya makalah ini kita bisa lebih banyak tau lagi tentang makanan yang
bergizi seimbang berdasarkan tingkat usia. Semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi kami dan bagi pembacanya.
A.
Latar
Belakang
Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan
fital bagi semua makhluk hidup, mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi
tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun akan menjadi racun yang menyebabkan
penyakit dikemudian hari. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena
apabila tidak ada nutrisi maka tidak ada gizi dalam tubuh kita, sehingga bisa
menyebabkan penyakit/terkena gizi buruk. Oleh karena itu kita harus
memperbanyak nutrisi. Namun kebutuhan nutrisi juga harus disesuaikan dengan
kebutuhan pada masing-masing usia.
B. Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan makanan bergizi seimbang?
2. Apa saja jenis
makanan bergizi seimbang berdasarkan tingkat usia?
3. Mengapa makanan
bergizi seimbang sangat diperlukan?
C.
Tujuan
1. Mengetahui lebih
dalam tentang makanan bergizi seimbang.
2. Mengetahui
jenis-jenis makanan bergizi seimbang berdasarkan tingkat usia.
3. Mengetahui
pentingnya makanan bergizi seimbang bagi tubuh.
BAB II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Makanan
Bergizi Seimbang
Makanan bergizi seimbang adalah makanan yang jumlahnya
beraneka ragam dalam proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi
seseorang guna pemeliharaan dan
perbaikan sel-sel tubuh, proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan.
Gizi adalah
suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal
melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan,
pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Tak satu pun jenis makanan yang
mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat,
tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi
anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air
Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan
tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan
sehat.
Makan makanan yang beranekaragam
sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan
yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun
kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu,
makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila
terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu
jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain.
Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan
sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Makanan sumber zat tenaga antara
lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi.
Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan
tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.
Makanan sumber zat pembangun yang
berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu.
Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta
hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
Makanan sumber zat pengatur adalah
semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin
dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ
tubuh.
B. Jenis Makanan Gizi Seimbang Berdasarkan Tingkat Usia
1.
Anak-anak
Pertumbuhan
anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, sehingga kebutuhan kalori
anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat badan. Kelompok anak
sekolah pada umumnya mempunyai kondisi yang lebih baik daripada kelompok
Balita, karena kelompok umur sekolah ini sudah mudah dijangkau oleh berbagai
upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS), maupun oleh kelompok swasta berupa program suplementasi makanan
tambahan di sekolah atau Program Makan Siang Sekolah (School Lunch Program).
Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang
tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe,
defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium.
Keluhan yang banyak disuarakan oleh kaum ibu mengenai kelompok umur sekolah ini
bahwa mereka kurang nafsu makan, sehingga sulit sekali disuruh makan yang cukup
dan teratur.
Kebutuhan nutrisi anak berdasarkan golongan umur dalam tahun :
Usia Kalori Protein Cal Fe Vit
A Vit B Vit C
10-12 1900 60 0,75 8 2500 0,7 25
7-9 1600 50
0,75 7 2500 0,6 25
5-6 1400 40
0,50 6 2500 0,6 25
Tahun Cal dr dr Mg U Mg Mg
Makanan bergizi sering
dikaitkan dengan buah-buahan, tetapi ada varietas makanan lain yang bergizi
yang sehat dan bermanfaat bagi kesehatan anak-anak. Ikan dan kacang-kacangan
mengandung protein tanpa lemak, merupakan sumber nutrisi yang ideal bagi anak-anak.
Kalsium diperlukan bagi kesehatan tulang dan gigi, yang bisa diperoleh dari
produk susu, seperti susu dan keju. Seluruh biji-bijian yang ditemukan dalam
roti dan sereal juga merupakan sumber kaya serat yang bermanfaat.
Anak-anak yang
mengkonsumsi terlalu banyak makanan bergizi justru cenderung menderita
obesitas. Anak-anak bisa mendapatkan diet seimbang , yaitu dengan jalan
mengonsumsi berbagai jenis makanan dari empat kelompok makanan utama di bawah
ini: Roti, sereal lain dan kentang adalah makanan bertepung, yang juga termasuk
pasta dan nasi yang memberikan energi,
serat, vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran adalah makanan yang
menyediakan serat, vitamin dan mineral dan juga merupakan sumber antioksidan.
Susu dan produk susu adalah makanan yang menyediakan kalsium untuk kesehatan
tulang dan gigi, protein untuk pertumbuhan, ditambah vitamin dan mineral.
Daging, ikan dan makanan alternatif lain seperti telur dan kacang-kacangan,
menyediakan protein, vitamin dan mineral, terutama zat besi. Hal ini juga
mengandung serat.
2.
Remaja
Kelompok umur remaja juga menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang
disebut “adolescense growth spurt”, sehingga memerlukan
zat-zat gizi yang relatif besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan
jasmani sangat banyak, karena biasanya pada umur inilah perhatian untuk sport
sedang tinggi-tingginya, seperti atletik, mendaki gunung, sepak bola, hiking
dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai zat gizi tidak ditingkatkan, mungkin
terjadi defisiensi relatif terutama defisiensi vitamin-vitamin.
Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan menses disertai pembuangan sejumlah Fe. Remaja putri
kelompok ini sangat sadar akan bentuk badannya, sehingga banyak yang membatasi
konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiet tanpa pengawasan atau nasihat
seorang ahli kesehatan dan gizi. Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan
jelas sangat diperlukan oleh golongan remaja ini.
Kebutuhan
Nutrisi
1.
Kebutuhan
nutrisi harian pada usia ini harus seimbang di antara berbagai kelompok
makanan.
2.
Rata-rata
kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :
Perempuan
usia 11 – 14
tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari
usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38
kkal/kgBB/hari
Laki-laki
usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60
kkal/kgBB/hari
usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42
kkal/kgBB/hari
Masa remaja
merupakan tahap transisi penting pertumbuhan dari masa anak-anak menjadi
dewasa. Mengingat aktivitas fisik yang umumnya banyak dilakukan oleh remaja,
seperti sekolah, olahraga, hobi, kursus dan ke-organisasi-an, remaja memerlukan
asupan zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk
memenuhi kecukupan proteinnya, remaja bisa diperkenalkan dengan berbagai sumber
protein hewani seperti telur, ikan, daging, unggas, susu dan hasil olahannya.
Serta sumber protein nabati pada kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti
tempe, tahu dan susu kedelai. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan
mineral. Khusus bagi remaja perempuan, perhatikan juga asupan zat besi, folat,
vitamin A, vitamin C dan berbagai vitamin B untuk menghindari anemia dan
masalah gizi lainnya. Makanan yang kaya akan zat gizi tersebut, banyak terdapat
pada hati, daging, unggas, kuning telur, serealia kasar, sayur dan buah, serta
kacang-kacangan. Sertakan konsumsi air minimal 2 liter sehari.
3.
Dewasa
Istilah dewasa menggambarkan
segala organisme yang
telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusia, orang yang
bukan lagi anak-anak dan
telah menjadi pria atau wanita dewasa.
Pada orang dewasa,
dimana pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat-zat gizi lebih tergantung
pada aktivitas fisiknya. Umumnya
laki-laki lebih memerlukan energi ini disebabkan karena secara fisik laki-laki
lebih banyak bergerak tetapi pada aktivitasnya juga memerlukan energi banyak.
Semakin tinggi dan semakin berat badan seseorang maka kebutuhan energinya juga
perlu ditambahkan.
Faktor yang perlu
diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka kecukupan gizi
energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki
antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal
dari sumber karbohidrat.
Klasifikasi dewasa berdasarkan usia :
* Masa
dewasa muda (21-30 th)
Kebutuhan
nutrisi pada usia ini untuk proses pertumbuhan, proses pemeliharaan dan
pebaikan tubuh, mempertahankan keadaan gizi.
* Masa dewasa (31-45 th)
Masa dewasa
masa produktif khususnya terkait dengan aktifitas fisik, karena umur ini
merupakan puncak untuk aktivitas hidup terutma dalam aktifitas bekerja.
Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat pekerjaan ringan, berat, sedang.
* Dewasa tua (46 th
keatas)
Kebutuhan
unsur-unsur gizi sudah jauh berkurang, pada usia lanjut maka BMR akan berkurang
10-30%. Maka aktifitas mengalami degenerative.
* Wanita masa kehamilan
menyusui
Wanita hamil
dan ibu menyusui sangat memerlukan makanan yang baik dan cukup.
Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menghasilkan 1 liter ASI harus
menyediakan kalori sebanyak 150 kal sedangkan ASI mengandung 75 kal, 12 gr
protein, 45 gr lemak laktosa vitamin dll.
Kebutuhan
gizi untuk ibu hamil dan menyusui :
Jenis
kebutuhan Ibu
hamil Ibu menyusui
Kalori 2500
gr 300
gr
Protein 85gr 100
gr
Calsium 1,5
gr 2
gr
Ferum 15
gr 15
gr
Vit
A 8000
U.I 8000 U.I
Vit
B
1,8
mg 2,8
mg
Vit
C
100
mg 150
mg
Riboflavin 2,5
mg
3 mg
Vit
D 400-800
U.I 400-800 U.I
Air 6-8
gelas 6-8
gelas
1. Karbohidrat
Faktor yang perlu diperhatikan untuk
menentukan aktivitas fisik adalah angka kecukupan gizi energi untuk dewasa
2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal
setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat.
Makanan sumber karbohidrat adalah beras, terigu, umbi-umbian, jagung dan gula.
2. Protein
Pada akhir remaja kebutuhan protein
laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan karena perbedaan komposisi tubuh.
Kecukupan protein dewasa adalah 48-62 gr/hari untuk perempuan dan pada
laki-laki8 55-66 gr/hari. Berbagai sumber protein diantaranya daging merah,
susu, tempe, dan kacang-kacangan.
3. Kalsium
Lebih kurang dari 20% pertumbuhan
tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang dewasa dicapai pada masa remaja,
kalsium untuk orang dewasa adalah 600-700 mg. Bagi laki-laki dewasa kebutuhan
mineral akan kalsium cukup 0,45 gram sehari. Bahwa kebutuhan kalsium 7-7,5 mg
perkilogram berat badan adalah kurang lebih sama dengan 0,5-0,7 gram sehari
bagi orang dewasa normal. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu, sumber
kalsium lainnya adalah ikan, kacang, sayuran.
4. Zat Besi
Setelah dewasa, kebutuhan gizi
menurun, status besi dalam tubuh juga mempengaruhi hal ini mengakibatkan
perempuan lebih rawan akan anemia besi dibandingkan laki-laki. Jumlah seluruh
besi didalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3,5 g, dimana 70 persennya
terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan. Rata-rata besi
simpanan 1000 mg pada orang dewasa. Status besi dalam tubuh juga mempengaruhi
efisiensi penyerapan besi yang dapat mengakibatkan penyerapan besi antara lain
yaitu cafein, fitat, zicn, dan lain-lain. Makanan yang mengandung zat besi
antara lain hati, daging merah, daging putih (ayam,ikan), kacang-kacang dan
sayuran hijau.
5. Vitamin
Kebutuhan vitamin meningkat selama masa
dewasa muda karena pertumbuhan dan perkembangan cepat terjadi. karena energi
yang meningkat, maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat antara lain yang
berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti : vitamin A,
vitamin B1, vitamin B2, dan niacin. Untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin
D yang cukup, vitamin A, dan C, E.
BAB III. PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kebutuhan gizi yang dari makanan harus sesuai dengan tingkat usia.
2. Makanan yang baik untuk anak-anak yaitu Ikan
dan kacang-kacangan mengandung protein tanpa lemak, Kalsium diperlukan bagi
kesehatan tulang dan gigi, yang bisa diperoleh dari produk susu, seperti susu
dan keju serta untuk tenaga yaitu roti dan sereal.
3. Makanan
yang baik untuk usia remaja selain karbohidrat sebagai sumber tenaga yaitu sumber
protein hewani seperti telur, ikan, daging, unggas, susu dan hasil olahannya.
Serta sumber protein nabati pada kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti
tempe, tahu dan susu kedelai. Selain itu juga harus sering mengkonsumsi sumber
vitamin dan mineral seperti hati, daging, unggas, kuning telur, serealia kasar,
sayur dan buah, serta kacang-kacangan. Sertakan konsumsi air minimal 2 liter
sehari.
4. Pada usia
dewasa kebutuhan makanan sumber karbohidrat lebih besar, karena pada usia
produktif tersebaut banyak melakukan aktifitas yang mengeluarkan tenaga.
Disamping itu juga diperlukan makanan sumber lainnya seperti protein dan
vitamin sebagai zat untuk pengatur dan mempertahankan. Kebutuhan akan lemak
lebih kecil dan tergantung kondisi tubuh.
B. Saran
1.
Sebaiknya kita lebih memperhatikan makanan yang kita
makan agar sesuai dengan kebutuhan pada usia kita.
2.
Keseimbangan dalam makan perlu diperhatikan, jangan
sampai ada salah satu zat yang berlebihan dalam tubuh kita.
3.
Bila kondisi tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi
makanan pemenuh kebutuhan gizi, dapat menggantinya dengan makanan lain yang
mempunyai fungsi yang sama.
Daftar pustaka
Suhardjo. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu
Gizi. Yogyakarta : Kanisius
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VI).
1998. Angka kecukupan gizi (AKG) untuk remaja dan dewasa
Karisma Teguh. 2012. Pengertian Menu. http://teguhkarisma.wordpress.com/menu/pengertian-menu/ (diakses
pada tanggal 22 Maret 2016)
Proverawati Atikah. 2009. Gizi dan Kesehatan
untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Yayasan Institut Danone Indonesia. Pentingnya
Makan Makanan Yang Beraneka Ragam – Untuk Remaja 10-19 Tahun. http://www.danonenutrindo.org/prinsip1_remaja.php (diakses
pada tanggal 22 Maret 2016)
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VI).
1998. Angka kecukupan gizi (AKG) untuk remaja dan dewasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar