Senin, 09 Oktober 2017

MAKALAH YOGURT DAN NATE DE CASSAVA

TUGAS TERSTRUKTUR DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI
PERAN MIKROBA DALAM INDUSTRI YOGURT DAN NATADE CASSAVA



OLEH:
MUHAMMAD SUPARDI
NIM: C1061131006

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKUTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
2014


KATA PENGANTAR


      Pertama-tama saya ucapkan Alhamdulillah kepada Allah SWT. karena berkat rahmad-Nya lah makalah tugas terstruktur ini bisa deselesaikan tepat waktu. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Ir. INPURWANTO selaku dosen pengajar PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN yang telah memberikan tugas terstruktur ini dengan tujuan untuk melatih kemampuan kami dalam mencari dan mengembangkan informasi diluar kampus.
      Makalah ini dibuat sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh dosen. Selain untuk memenuhi tugas tersyruktur DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI, tetapi juga untuk memperkaya wawasan mahasiswa umumnya, khususnya bagi saya pribadi sebagai penulis makalah ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa lebih banyak tau lagi tentang peranan mikroorganisme dalam kehidupan, khususnya di dalam industri pangan. Dengan membuat makalah tentan mikroorganisme, setidaknya kita bisa tahu bahwa tidak selamanya mikroorganisme itu merugikan, tetapi bisa juga menguntungkan jika kita bisa memanfaatkannya. Dengan pemanfaatan mikroorganisme dibidang pangan, kita bisa mengahasilkan berbagai resep baru tentang  pangan.







Pontianak,20 Januari 2015
                                                                                                    Penulis


DAFTAR ISI:





 

BAB I. PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG


      Seiring berjalannya waktu, industri dibidang teknologi pangan juga mengalami peningkatan. Banyak  sekali perubahan-perubahan yang terjadi di bidang teknologi pangan. Teknologi pangan sangat diperlukan untuk menghasilkan panganan yang enak, higienis dan sehat. Untuk menghasilkan panganan yang berkwalitas di perlukan media-media pendukung, salah satunya adalah pelibataan mikrobia dalam teknologi pangan itu. Mikrobia sangat berpengaruh pada hasil dalam teknologi pangan karena mampu menghasilkan produk-produk panganan baru yang belum bisa di buatdengan tangan manusia atau  pencampuran zat kimia. Untuk mengahsilkan produk-produk makanan yang diinginkan perlu diidentifikasi dan pengenalan sifat-sifat mikrobia itu. Ada banyak sekali jenis mikrobia yang di manfaatkan untuk panganan contohnya yogurt yang menggunakan Streptococcus Thermophillus (ST) dan Lactobacillus Bulgariccus (LB)  dan natadesopa  Acetobacter xylinum . Yogurt dan natadecassava adalah panganan yang dihasilkan dengan pemanfaatan mikrobia.

B.    MASALAH

1.              Apa itu yougurt dan nata de cassava?
2.              Bagaimana cara mengolah yogurt dan nata de cassava?
3.              Apa saja bahan dan alat pembuatan yogurt dan nata de cassava?
4.              Mikrobia apa saja yang berperan dalam pengolahan yogurt dan nata de cassava?
5.              Apa manfaat yogurt dan nata de cassava?

C.           TUJUAN

1.   Untuk mengenal lebih jauh yogurt dan nata ce cassava.
2.   Untuk mengetahui bahan dan alat pengolahan nata de cassava.
3.   Untuk mengetahui cara mengolah yogurt dan nata de cassava.
4.   Untuk mengetahui jenis mikrobia yang berperan dalam pembuatan yogurt dan nata de cassava.
5.   Mengetahui manfaat yogurt dan nata de cassava.
6.   Belajar mencari informasi diluar kampus (internet,majalah,Koran, dan lain-lain) tentang peranan mikroorganisme dalam industry pangan.
7.   Mendapatkan informasi tentang cara pembuatan jenis pangan secara detail.
8.   Memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Dasar-dasar Mikrobiologi.


BAB II. MENGENAL YOGURT DAN NATA DE CASSAVA

 

A.PENGERTIAN YOGURT DAN NATADE CASSAVA


A.1. Yogurt
      Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang kedelai. Produksi modern saat ini didominasi susu sapi. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt. Yoghurt tersedia dalam beraneka macam rasa, rasa alami, rasa buah, rasa vanilla, atau rasa cokelat juga populer.


A.2. Nata de cassava
      Nata de cassava adalah nata yang dihasilkan dari limbah padat singkong/ ketela pohon. Dengan menggunakan singkong sebagai bahan utamanya, maka dapat meningkatkan kegunaan limbahpadat (ampas) singkong yang biasanya digunakan sebagai pakan ternak menjadi suatu produk olahan yang bernilai gizi tinggi dan juga bernilai jual tinggi.

B.  SEJARAH SINGKAT YOUGURT DAN NATA DE CASAVA

      Kata yoghurt berasal dari bahasa Turki yoÄŸurt (pengucapan: [jɔˈurt]) diambil dari kata sifat ‘yoÄŸun’, yang berarti “padat” dan “tebal”, atau dari kata kerja yoÄŸurmak, yang berarti “memijat” dan kemungkinan berarti “membuat padat” aslinya – bagaimana yoghurt dibuat.
Teori bahwa yoghurt digunakan oleh orang-orang Turki kuno didasarkan pada buku Diwan Lughat al-Turk oleh Mahmud Kashgari dan Kutadgu Bilig oleh Yusuf Has Hajib yang ditulis pada abad ke-11. Pada kedua buku tersebut, kata yoghurt disebutkan dan digambarkan sebagaimana yang digunakan oleh orang Turki nomadik, dengan kata yoghurt digambarkan dalam berbagai bagian. Juga, pertama kali orang Eropa mengenal yoghurt dapat dilihat pada sejarah klinik Perancis ketika Francis I menderita diare yang mematikan dan tidak ada dokter Perancis yang mampu menyembuhkannya. Namun, sekutunya Suleiman si Hebat mengirim seorang dokter, dan dengan bantuan yoghurt ia dapat disembuhkan dan orang Eropa dipercaya mengenal yoghurt untuk pertama kalinya dengan insiden itu.
      Nata de cassava ditemukan pada tahun 2007, Penemunya adalah Nur Kartika, Indra, Margianto, dan Farid mahasiswa lulusan Universitas Gadjah Mada. Penelitian dilakukan pada tahun 2007. Berkat keuletan dan kerjasama tim akhirnya kami berhasil menemukan formula ini.
Kami telah mendaftarkan hak patennya untuk melindungi penemuan ini. Teknologi ini telah diaplikasikan di dukuh Nangsri, Bantul yang merupakan industri pati tapioka.


BAB III. PERANAN DAN JENIS  MIKROBIA DALAM PEMBUATAN YOGURT DAN NATADE CASAVA



A.  PERANAN MIKROBIA DALAM PEMBUATAN YOGURT

      Yoghurt dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol dan kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri. Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk sisa. Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat. Keasaman meningkat (pH=4-5) juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang potensial. Di Amerika Serikat, untuk dinamai yoghurt, produk harus berisi bakteri Streptococcus  thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
      Yoghurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, dimana mikroorganisme ini dalam produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah. Kerja bakteri asam laktat memfermentasikan susu ternyata meningkatkan kandungan gizi yoghurt. Khususnya vitamin B-kompleks, di antaranya vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin B6 (piridoksin), asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Sederet vitamin tersebut membantu meningkatkan kesehatan sistem reproduksi, kekebalan tubuh, dan ketajaman fungsi berpikir. Dengan rajin minum yoghurt, terutama yang murni/polos, dapat merangsang tubuh mempercepat proses peremajaan sel.
       Bakteri-bakteri ini yang akan memicu proses fermentasi dari susu, mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat. Efek lain dari proses fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang menyebabkan susu menjadi kental. Hasil akhirnya susu akan terasa asam dan kental, inilah bentuk yoghurt dasar yang telah jadi.
      Yogurt dibuat melalui proses fermentasi dengan melibatkan dua jenis bakteri “baik”, yaitu Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Kedua bakteri ini tergolong dalam bakteri asam laktat, karena kemampuannya menguraikan laktosa menjadi asam laktat. Adanya asam laktat inilah yang menyebabkan yogurt menjadi asam. Proses fermentasi menyebabkan kadar laktosa dalam yogurt menjadi berkurang dan sebaliknya kandungan asam laktat menjadi bertambah, sehingga menimbulkan rasa asam. Sesungguhnya manfaat yogurt sebagai minuman kesehatan bukan berarti baru lagi, bahkan sejak dulu orang sudah meyakini bahwa yogurt memiliki banyak khasiat. Bangsa India meyakini yogurt sebagai obat perut mujarab utamanya untuk meredakan gangguan penceraan yang umum dan mengembalikan keseimbangan tubuh. Wanita-wanita di Persia memanfaatkan yogurt untuk wajah dan percaya dapat menghilangkan keriput serta dapat menjaga kecantikan. Jika disimak, daftar khasiat yogurt yang dipercayai orang cukup panjang, mulai dari perawatan kulit, menetralkan racun, mengurangi sulit tidur (insomnia), mencegah diare, menambah kebugaran, hingga mencegah kanker, radang paru-paru dan memperkuat jantung. Seperti telah dikemukakan di muka, bahwa yogurt dibuat dengan bantuan dua jenis bakteri menguntungkan, satu dari keluarga lactobacillus yang berbentuk batang (Lactobacillus bulgaricus) dan lainnya dari keluarga streptococcus yang berbentuk bulat (Streptococcus thermophilus). Kedua bakteri yogurt ini merupakan bakteri penghasil asam laktat yang penting peranannya dalam percaturan mikroflora usus. Saat bertumbuh di usus, kedua bakteri ini mampu menciptakan keadaan asam yang menghambat bakteri lain. Bakteri penyebab penyakit yang umumnya tak tahan asam tidak mampu bertahan di lingkungan bakteri yogurt. Sehingga, mikroflora dalam usus didorong mendekati keadaan seimbang yang normal.
 
Gambar 4. Streptococcus thermophilus
Gambar 3. Lactobacillus bulgaricus
                                                                                                     


B.  PERANAN MIKROBIA DALAM PEMBUATAN NATA DE CASSAVA


      Produk nata merupakan produk fermentasi yang memanfaatkan keberadaan mikrobia dalam proses produksinya. Mikrobia yang digunakan adalah bakteri nata (Acetobacter Xylinum). Ketangguhan bakteri nata dalam proses fermentasi merupakan salah satu faktor untuk menghasilkan nata dengan ketebalan yang optimal. Pada dasarnya bakteri merupakan makhluk hidup yang membutuhkan asupan energi untuk melakukan aktivitasnya dan faktor lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan bakteri nata. Limbah cair tapioka mengandung karbohidrat dan protein tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum untuk menghasilkan Nata de cassava.
       Bakteri Acetobacter Xylinum tergolong famili Pseudomonadaceae dan termasuk genus Acetobacter. Berbentuk bulat, panjang 2 mikron, biasanya terdapat sel tunggal atau kadang-kadang mempunyai rantai dengan sel yang lain Penggunaan Acetobacter Xylinum dalam penggunaan nata de cassava ini karena bakteri ini mempunyai sifat yang spesifik. Bakteri ini mempunyai kemampuan untuk membentuk selaput tebal pada permukaan cairan fermentasi, yang ternyata adalah komponen menyerupai sellulosa (sellulosa material), komponen inilah yang lebih lanjut disebut nata.
      Sumber karbon merupakan faktor penting dalam proses fermentasi. Bakteri untuk menghasilkan nata membutuhkan sumber karbon bagi proses metabolismenya. Glukosa akan masuk ke dalam sel dan digunakan bagi penyediaan energi yang dibutuhkan dalam perkembangbiakannya. Fruktosa yang ada akan disintesis menjadi selulosa. Jumlag gula yang ditambahkan harus diperhatikan sehingga mencukupi untuk metabolisme dan pembentukan pelikel nata. Meskipun pada air kelapa terdapat gula namun gula yang ada belum mencukupi untuk pembentukan pelikel sehingga perlu ditambahkan dari luar. Selain gula, sumber nitrogen merupakan faktor penting pula. Nitrogen diperlukan dalam pembentukan protein yang penting pada pertumbuhan sel dan pembentukan enzim. Kekurangan nitrogen menyebabkan sel kurang tumbuha dengan baik dan menghambat pembentukan enzim yang diperlukan sehingga proses fermentasi dapat mengalami kegagalan atau tidak sempurna. Nitrogen yang digunakan untuk pembuatan nata umumnya adalah pupuk ZA yang relatif murah dan cenderung asam dibandingkan urea.
     Acetobacter xylinum adalah bakteri yang mampu memfermentasi bahan menghasilkan nata (bahan selulosa berupa jeli). Acetobacter xylinum merupakan bakteri berbentuk batang pendek, mempunyai panjang kurang lebih 2 mikron dan permukaan dindingnya berlendir. Acetobacter xylinum mampu mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan asam organik lain pada waktu yang sama, dan mempolimerisasi glukosa sehingga terbentuk selulosa. Bakteri ini biasa digunakan untuk membuat nata de coco/nata de soya/nata de cassava. Bakteri ini merupakan bakteri yang menguntungkan dan tidak berbahaya. Acetobacter xylinum memiliki ciri-ciri antara lain merupakan gram negatif pada kultur yang masih muda, sedangkan pada kultur yang sudah tua merupakan gram positif, bersifat obligat aerobic artinya membutuhkan oksigen untuk bernafas, membentuk batang dalam medium asam, sedangkan dalam medium alkali berbentuk oval, bersifat non mortal dan tidak membentuk spora, tidak mampu mencairkan gelatin, tidak memproduksi H2S, tidak mereduksi nitrat dan termal death point pada suhu 65-70°C. Acetobacter xylinum mengalami pertumbuhan sel secara teratur, mengalami beberapa fase pertumbuhan sel yaitu fase adaptasi, fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan eksponensial, fase pertumbuhan lambat, fase pertumbuhan tetap, fase menuju kematian, dan fase kematian. Acetobacter xylinum akan mengalami fase adaptasi terlebih dahulu jika dipindahkan ke dalam media baru. Pada fase ini terjadi aktivitas metabolisme dan pembesaran sel, meskipun belum mengalami pertumbuhan. Fase pertumbuhan adaptasi dicapai pada 0-24 jam sejak inokulasi. Fase pertumbuhan awal dimulai dengan pembelahan sel dengan kecepatan rendah. Fase ini berlangsung beberapa jam saja. Fase eksponensial dicapai antara 1-5 hari. Pada fase ini bakteri mengeluarkan enzim ektraseluler polimerase sebanyak-banyaknya untuk menyusun polimer glukosa menjadi selulosa. Fase pertumbuhan lambat terjadi karena nutrisi telah berkurang, terdapat metabolit yang bersifat racun yang menghambat pertumbuhan bakteri dan umur sel sudah tua. Pada fase ini pertumbuhan tidak stabil, tetapi jumlah sel yang tumbuh masih lebih banyak dibanding jumlah sel mati. Fase pertumbuhan tetap terjadi keseimbangan antara sel yang tumbuh dan yang mati. Matrik nata lebih banyak diproduksi pada fase ini. Fase menuju kematian terjadi akibat nutrisi dalam media sudah hampir habis. Setelah nutrisi habis, maka bakteri akan mengalami fase kematian. Pada fase kematian, Sel dengan cepat mengalami kematian tidak baik untuk dijadikan strain nata. Pertumbuhan Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah kandungan nutrisi meliputi jumlah karbon dan nitrogen, tingkat keasaman media, pH, temperatur, dan udara (oksigen). Suhu optimal pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada 28–31˚C, pH optimal 3-4, memerlukan oksigen sehingga dalam fermentasi tidak ditutup dengan bahan kedap udara sehingga tidak memungkinkan udara masuk sama sekali, tutup untuk mencegah kotoran masuk ke dalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi.
Gambar 3Acetobacter xylinum


BAB IV. BAHAN DAN ALAT DALAM PEMBUATAN YOGURT DAN NATADE CASSAVA



A.    Yogurt
Alat :
1.    Panci
2.    Kompor
3.    Sendok
C.     Batang pengaduk
D.    Toples secukupnya

Bahan :
1.      Susu murni
2.      Bibit yogurt

B.     Nata de cassava
Alat :
1.      Nampan                                                  7. Saringan
2.      Karet
3.      Panci/dandang
4.      Kompor
5.      Pengaduk
6.      Kertas penutup/Koran
Bahan :
1.      Air singkong/limbah cair tapioca             5. Gula        
2.      Bibit nata de cassava                                6. Cuka  
3.      Air kelapa
4.      zA

BAB V. CARA KERJA DALAM PEMBUATAN YOGURT DAN NATA DE CASSAVA


A.     Cara pembuatan yogurt

1.  Panaskan susu 1 liter yang akan difermentasi pada suhu 90 derajat celcius selama 15-30 menit, jangan biarkan susu mendidih
2.  Dinginkan susu yang telah dipanaskan sampai suhunya mencapai 40 derajat celcius 
3.  Campurkan yoghurt plain sebanyak 0,5 % dari jumlah susu yang akan difermentasikan, kemudian tutup tempat susu tersebut.
4.  Simpanlah susu yang telah diinokulasikan tersebut dalam ruangan yang bersuhu sekitar 43 derajat celcius selama 24 jam.
5.  Yogurt siap di sajikan.

B.     Cara pembuatan nata de cassava

1.    Cuci nampan hongga bersih.
2.    Tutup nampan dengan dengan kertas Koran.
3.    Jemur di terik matahari hingga kering.
4.    Panaskan air singkong di dengan kompor.
5.    Sementara itu masukkan air kelapa, gula, cuka dan zA.
6.    Setelah mendidih saring ke dalam wadah lain.
7.    Masukkan ke dalam nampan yang sudah steril.
8.    Fermentasikan selama 1 minggu.
9.    Nata siap di manfaatkan untuk proses lanjut.





BAB VI. MANFAAT YOUGURT DAN NATADE CASAVA DALAM KEHIDUPAN


A.  Manfaat yogurt


Yoghurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, dimana mikroorganisme ini dalam produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah.
Kerja bakteri asam laktat memfermentasikan susu ternyata meningkatkan kandungan gizi yoghurt. Khususnya vitamin B-kompleks, di antaranya vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin B6 (piridoksin), asam folat, asam pantotenat, dan biotin. Sederet vitamin tersebut membantu meningkatkan kesehatan sistem reproduksi, kekebalan tubuh, dan ketajaman fungsi berpikir. Dengan rajin minum yoghurt, terutama yang murni/polos, dapat merangsang tubuh mempercepat proses peremajaan sel.
 Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak setara dengan susu yang menjadi bahannya. Yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa yoghurt telah dirusak oleh bakteri. Yoghurt juga kaya dengan vitamin B. Bagi orang yang selalu diare setiap kali minum susu karena menderita intoleransi laktosa (lactose intolerance) akan aman-aman saja jika minum yoghurt. Proses fermentasi telah menguraikan sebagian besar gula susu (laktosa) menjadi komponen-komponen sederhana.
       Ellie Metchnikoff, ahli mikrobiologi asal Rusia yang memenangi Hadiah Nobel bidang fisiologi kedokteran pada tahun 1908, meneliti kebiasaan minum yoghurt penduduk kawasan Balkan. Hasilnya, Metchnikoff mendapati secara umum penduduk Balkan panjang usia (capaian usia rata-rata 87 tahun) dan tampak lebih muda dari usianya. Menurut Metchnikoff, minum yoghurt meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam sistem pencernaan, khususnya usus halus. Karenanya, peminum yoghurt umumnya jarang menderita penyakit akibat cemaran mikroba, seperti influenza, diare. Fakta penduduk Bahkan yang ditemukan Metchnikoff tersebut kemudian melahirkan teori panjang usia dan tetap awet muda (Metchnikoffs longevity-without-aging theory). Yoghurt adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Yoghurt mengandung energi sebesar 52 kilokalori, protein 3,3 gram, karbohidrat 4 gram, lemak 2,5 gram, kalsium 120 miligram, fosfor 90 miligram, dan zat besi 0 miligram.  Selain itu di dalam Yoghurt juga terkandung vitamin A sebanyak 73 IU, vitamin B1 0,04 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Yoghurt, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
Nama Bahan Makanan : Yoghurt
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Yoghurt yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Yoghurt yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Yoghurt = 52 kkal
Jumlah Kandungan Protein Yoghurt = 3,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Yoghurt = 2,5 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Yoghurt = 4 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Yoghurt = 120 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Yoghurt = 90 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Yoghurt = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Yoghurt = 73 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Yoghurt = 0,04 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Yoghurt = 0 mg
Khasiat / Manfaat Yoghurt : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : Y
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Keterangan : Riset/penelitian pada Yoghurt yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi. 

B.  Manfaat ata de cassava


      Beberapa keunggulan dari nata de cassava antara lain: kandungan seratnya lebih tinggi dari pada nata de coco (dibuktikan dengan uji lab), bahan bakunya air limbah pati tapioka/singkong jumlah melimpah, dan murah. Karena bahannya dari air limbah yang bersifat asam maka tidak membutuhkan penambahan asam cuka dan tidak membutuhkan gula pasir seperti dalam pembuatan nata de coco, sehingga biaya produksi dapat ditekan. Namun kelemahan dari produk ini adalah harus merebus 2x sehingga biaya bahan bakar lebih tinggi, membutuhkan kesabaran dan keuletan untuk mempelajari proses produksi nata de cassava.
      Nutrisi yang terkandungdi dalam Nata de Cassava sangat rendah. Nata de Cassava tidak mengandung vitamin, lemak, dan protein. Kalori yang dihasilkan juga sangat rendah karena secara biokimia sebenarnya Nata de Cassava ini merupakan selulosa yang menyerap air. Manusia tidak memiliki enzim selulase dalam pencernaannya, sehingga tidak dapat mencerna Nata de Cassava menjadi gula sederhana berupa glukosa sebagai sumber energi. Hal tersebut menyebabkan Nata de Cassava tidak menyebabkan kegemukan, sehingga Nata de Cassava sangat cocok diamakan untuk mereka yang sedang menjalankan program diet.
      Namun dari sisi cita rasa, tekstur atau kekenyalan Nata de Cassava memberi cita rasa yang menarik dan disukai oleh konsumen. Nata de Cassava dapat dibuat dalam berbagai bentuk seperti dadu, irisan tipis, irisan kecil memanjang, maupun serpihan tidak teratur. Dari sisi tampilan warna Nata de Cassava juga dapat dibuat menjasi beragam warna sesuai dengan keinginan kita, dengan cara merendam nata pada air yang sudah diberi pewarna makanan. Demikian rasa dari nata ini dapat kita buat dalam berbagi rasa seperti  manis asam, tawar tergantung penambahan bahan tambahan pangan yang menyebabkan rasa tertentu.

 




BAB VI. KESIMPULAN


Mikrobia yang berperan dalam pembuatan yogurt yaituStreptococcus  thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus sedangkan mikrobia yang berperan dalam pembuatan nata de cassava adalah bakteri nata (Acetobacter Xylinum).Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak setara dengan susu yang menjadi bahannya. Yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa yoghurt telah dirusak oleh bakteri.Nata De Cassava lebih bagus dibanding Nata De Coco, karena nata De Cassava lebih berserat. Pengolahannya pun berbeda. Namun konsumen keduanya tidak jauh berbeda.Nata De Cassava bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan serta memiliki kandungan serat tinggi dan kandungan kalori rendah yang cocok untuk makanan diet.Limbah cair tapioka mengandung karbohidrat dan protein tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum untuk menghasilkan Nata de cassava. Hal yang harus di perhatikan  dalam fermentasi kedua produk tersebut adalah kesterilan.












DAFTAR PUSTAKA


Bakteri yogurt .http://muhtaufiqmunawar.blogspot.com/2009/01/bakteri-pada-yoghurt.html. (diakses 16 januari 2015)
Bibit Nata de Cassava http://contohinticassavamandiri.blogspot.com/2010/04/bibit-nata-de-cassava.htmlOleh ArdianZzZ Rabu, April 14, 2010. (diakses 16 Januari 2015)
Laporan Nata De Cassava http://mydream-kirku.blogspot.com/2011/10/nata-de-cassava- -naufanti.html (diakses 17 Januari 2015)
TITA SITI TAOHIDAH - NIM. 06640004, (2011) PEMBUATAN NATA DE CASSAVA DARI LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN VARIASI VOLUME STARTER. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Yoghurt.http://id.wikipedia.org/wiki/Yoghurt. (diakses 16 Januari 2015)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar