TUGAS TERSTRUKTUR DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI
PERAN MIKROBA DALAM INDUSTRI YOGURT DAN
NATADE CASSAVA
OLEH:
MUHAMMAD SUPARDI
NIM: C1061131006
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKUTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014
KATA
PENGANTAR
Pertama-tama saya ucapkan Alhamdulillah kepada
Allah SWT. karena berkat rahmad-Nya lah makalah tugas terstruktur ini bisa
deselesaikan tepat waktu. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Ir. INPURWANTO
selaku dosen pengajar PENGANTAR TEKNOLOGI PERTANIAN yang telah memberikan tugas
terstruktur ini dengan tujuan untuk melatih kemampuan kami dalam mencari dan
mengembangkan informasi diluar kampus.
Makalah
ini dibuat sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh dosen. Selain untuk
memenuhi tugas tersyruktur DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI, tetapi juga untuk memperkaya
wawasan mahasiswa umumnya, khususnya bagi saya pribadi sebagai penulis makalah
ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa lebih banyak tau lagi
tentang peranan mikroorganisme dalam kehidupan, khususnya di dalam industri
pangan. Dengan membuat makalah tentan mikroorganisme, setidaknya kita bisa tahu
bahwa tidak selamanya mikroorganisme itu merugikan, tetapi bisa juga
menguntungkan jika kita bisa memanfaatkannya. Dengan pemanfaatan mikroorganisme
dibidang pangan, kita bisa mengahasilkan berbagai resep baru tentang pangan.
Pontianak,20 Januari 2015
Penulis
DAFTAR
ISI:
BAB I.
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Seiring berjalannya waktu,
industri dibidang teknologi pangan juga mengalami peningkatan. Banyak sekali
perubahan-perubahan yang terjadi di bidang teknologi pangan. Teknologi pangan
sangat diperlukan untuk menghasilkan panganan yang enak, higienis dan sehat.
Untuk menghasilkan panganan yang berkwalitas di perlukan media-media pendukung,
salah satunya adalah pelibataan mikrobia dalam teknologi pangan itu. Mikrobia
sangat berpengaruh pada hasil dalam teknologi pangan karena mampu menghasilkan
produk-produk panganan baru yang belum bisa di buatdengan tangan manusia
atau pencampuran zat kimia. Untuk mengahsilkan
produk-produk makanan yang diinginkan perlu diidentifikasi dan pengenalan
sifat-sifat mikrobia itu. Ada banyak sekali jenis mikrobia yang di manfaatkan
untuk panganan contohnya yogurt yang menggunakan Streptococcus Thermophillus (ST) dan
Lactobacillus Bulgariccus (LB) dan natadesopa Acetobacter xylinum . Yogurt dan natadecassava adalah panganan
yang dihasilkan dengan pemanfaatan mikrobia.
B. MASALAH
1.
Apa itu yougurt dan nata de cassava?
2.
Bagaimana cara mengolah yogurt dan nata de cassava?
3.
Apa saja bahan dan alat pembuatan yogurt dan nata de cassava?
4.
Mikrobia apa saja yang berperan dalam pengolahan yogurt dan nata de
cassava?
5.
Apa manfaat yogurt dan nata de cassava?
C.
TUJUAN
1. Untuk mengenal lebih jauh yogurt dan nata ce
cassava.
2. Untuk mengetahui bahan dan alat pengolahan
nata de cassava.
3. Untuk mengetahui cara mengolah yogurt dan
nata de cassava.
4.
Untuk mengetahui jenis mikrobia yang berperan dalam pembuatan yogurt dan
nata de cassava.
5. Mengetahui manfaat yogurt dan nata de
cassava.
6.
Belajar mencari informasi diluar kampus (internet,majalah,Koran, dan
lain-lain) tentang peranan mikroorganisme dalam industry pangan.
7.
Mendapatkan informasi tentang cara pembuatan jenis pangan secara detail.
8.
Memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Dasar-dasar Mikrobiologi.
BAB II. MENGENAL YOGURT DAN NATA DE CASSAVA
A.PENGERTIAN YOGURT DAN NATADE CASSAVA
A.1. Yogurt
Yoghurt atau yogurt, adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Yoghurt dapat dibuat dari susu apa saja, termasuk sari kacang
kedelai. Produksi modern saat
ini didominasi susu sapi.
Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma
unik pada yoghurt. Yoghurt tersedia dalam beraneka macam rasa, rasa alami, rasa
buah, rasa vanilla, atau rasa cokelat juga populer.
A.2. Nata de
cassava
Nata de cassava adalah nata yang dihasilkan dari limbah
padat singkong/ ketela pohon. Dengan menggunakan singkong sebagai bahan
utamanya, maka dapat meningkatkan kegunaan limbahpadat (ampas) singkong yang
biasanya digunakan sebagai pakan ternak menjadi suatu produk olahan yang
bernilai gizi tinggi dan juga bernilai jual tinggi.
B. SEJARAH SINGKAT YOUGURT DAN NATA DE CASAVA
Kata yoghurt
berasal dari bahasa Turki yoÄŸurt (pengucapan: [jɔˈurt]) diambil dari kata sifat ‘yoÄŸun’, yang berarti
“padat” dan “tebal”, atau dari kata kerja yoÄŸurmak, yang berarti “memijat” dan
kemungkinan berarti “membuat padat” aslinya – bagaimana yoghurt dibuat.
Teori bahwa yoghurt digunakan oleh orang-orang Turki kuno
didasarkan pada buku Diwan Lughat
al-Turk oleh Mahmud Kashgari dan Kutadgu Bilig oleh Yusuf Has Hajib yang ditulis pada abad ke-11. Pada kedua buku tersebut,
kata yoghurt disebutkan dan digambarkan sebagaimana yang digunakan oleh orang
Turki nomadik, dengan kata yoghurt digambarkan dalam berbagai bagian. Juga,
pertama kali orang Eropa mengenal yoghurt dapat dilihat pada sejarah klinik Perancis ketika Francis I menderita diare yang mematikan dan tidak ada dokter
Perancis yang mampu menyembuhkannya. Namun, sekutunya Suleiman si
Hebat mengirim seorang
dokter, dan dengan bantuan yoghurt ia dapat disembuhkan dan orang Eropa
dipercaya mengenal yoghurt untuk pertama kalinya dengan insiden itu.
Nata de cassava ditemukan pada tahun
2007, Penemunya adalah Nur Kartika, Indra, Margianto, dan Farid mahasiswa
lulusan Universitas Gadjah Mada. Penelitian dilakukan pada tahun 2007. Berkat
keuletan dan kerjasama tim akhirnya kami berhasil menemukan formula ini.
Kami
telah mendaftarkan hak patennya untuk melindungi penemuan ini. Teknologi ini
telah diaplikasikan di dukuh Nangsri, Bantul yang merupakan industri pati
tapioka.
BAB III. PERANAN DAN JENIS MIKROBIA DALAM PEMBUATAN YOGURT DAN NATADE
CASAVA
A. PERANAN MIKROBIA DALAM PEMBUATAN YOGURT
Yoghurt
dibuat dengan memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur
yang dikontrol dan kondisi lingkungan, terutama dalam produksi industri.
Bakteri merombak gula susu alami dan melepaskan asam laktat sebagai produk
sisa. Keasaman meningkat menyebabkan protein susu untuk membuatnya padat.
Keasaman meningkat (pH=4-5) juga menghindari proliferasi bakteri patogen yang
potensial. Di Amerika Serikat, untuk dinamai yoghurt, produk harus berisi bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus
bulgaricus.
Yoghurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental),
diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri Lactobacillus
bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, dimana mikroorganisme ini dalam
produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah. Kerja bakteri asam laktat
memfermentasikan susu ternyata meningkatkan kandungan gizi yoghurt. Khususnya
vitamin B-kompleks, di antaranya vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin),
vitamin B3 (niasin), vitamin B6 (piridoksin), asam folat, asam pantotenat, dan
biotin. Sederet vitamin tersebut membantu meningkatkan kesehatan sistem
reproduksi, kekebalan tubuh, dan ketajaman fungsi berpikir. Dengan rajin minum
yoghurt, terutama yang murni/polos, dapat merangsang tubuh mempercepat proses
peremajaan sel.
Bakteri-bakteri ini yang akan memicu
proses fermentasi dari susu, mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat.
Efek lain dari proses fermentasi adalah pecahnya protein pada susu yang
menyebabkan susu menjadi kental. Hasil akhirnya susu akan terasa asam dan
kental, inilah bentuk yoghurt dasar yang telah jadi.
Yogurt dibuat melalui proses fermentasi dengan
melibatkan dua jenis bakteri “baik”, yaitu Streptococcus thermophilus dan
Lactobacillus bulgaricus. Kedua bakteri ini tergolong dalam bakteri asam
laktat, karena kemampuannya menguraikan laktosa menjadi asam laktat. Adanya
asam laktat inilah yang menyebabkan yogurt menjadi asam. Proses fermentasi
menyebabkan kadar laktosa dalam yogurt menjadi berkurang dan sebaliknya
kandungan asam laktat menjadi bertambah, sehingga menimbulkan rasa asam.
Sesungguhnya manfaat yogurt sebagai minuman kesehatan bukan berarti baru lagi,
bahkan sejak dulu orang sudah meyakini bahwa yogurt memiliki banyak khasiat.
Bangsa India meyakini yogurt sebagai obat perut mujarab utamanya untuk
meredakan gangguan penceraan yang umum dan mengembalikan keseimbangan tubuh.
Wanita-wanita di Persia memanfaatkan yogurt untuk wajah dan percaya dapat
menghilangkan keriput serta dapat menjaga kecantikan. Jika disimak, daftar khasiat
yogurt yang dipercayai orang cukup panjang, mulai dari perawatan kulit,
menetralkan racun, mengurangi sulit tidur (insomnia), mencegah diare, menambah
kebugaran, hingga mencegah kanker, radang paru-paru dan memperkuat jantung.
Seperti telah dikemukakan di muka, bahwa yogurt dibuat dengan bantuan dua jenis
bakteri menguntungkan, satu dari keluarga lactobacillus yang berbentuk batang
(Lactobacillus bulgaricus) dan lainnya dari keluarga streptococcus yang
berbentuk bulat (Streptococcus thermophilus). Kedua bakteri yogurt ini
merupakan bakteri penghasil asam laktat yang penting peranannya dalam
percaturan mikroflora usus. Saat bertumbuh di usus, kedua bakteri ini mampu
menciptakan keadaan asam yang menghambat bakteri lain. Bakteri penyebab
penyakit yang umumnya tak tahan asam tidak mampu bertahan di lingkungan bakteri
yogurt. Sehingga, mikroflora dalam usus didorong mendekati keadaan seimbang
yang normal.
|
Gambar 4. Streptococcus thermophilus
|
|
Gambar 3. Lactobacillus bulgaricus
|
B. PERANAN MIKROBIA DALAM PEMBUATAN NATA DE CASSAVA
Produk nata merupakan produk fermentasi yang
memanfaatkan keberadaan mikrobia dalam proses produksinya. Mikrobia yang
digunakan adalah bakteri nata (Acetobacter Xylinum). Ketangguhan bakteri
nata dalam proses fermentasi merupakan salah satu faktor untuk menghasilkan
nata dengan ketebalan yang optimal. Pada dasarnya bakteri merupakan makhluk
hidup yang membutuhkan asupan energi untuk melakukan aktivitasnya dan faktor
lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan bakteri nata. Limbah cair tapioka mengandung
karbohidrat dan protein tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat
fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum untuk menghasilkan Nata de cassava.
Bakteri Acetobacter
Xylinum
tergolong famili Pseudomonadaceae
dan termasuk genus Acetobacter.
Berbentuk bulat, panjang 2 mikron, biasanya terdapat sel tunggal atau
kadang-kadang mempunyai rantai dengan sel yang lain Penggunaan Acetobacter
Xylinum dalam penggunaan nata de cassava ini karena bakteri ini
mempunyai sifat yang spesifik. Bakteri ini mempunyai kemampuan untuk membentuk
selaput tebal pada permukaan cairan fermentasi, yang ternyata adalah komponen
menyerupai sellulosa (sellulosa material), komponen inilah yang lebih lanjut disebut
nata.
Sumber karbon merupakan faktor penting dalam proses
fermentasi. Bakteri untuk menghasilkan nata membutuhkan sumber karbon bagi
proses metabolismenya. Glukosa akan masuk ke dalam sel dan digunakan bagi
penyediaan energi yang dibutuhkan dalam perkembangbiakannya. Fruktosa yang ada
akan disintesis menjadi selulosa. Jumlag gula yang ditambahkan harus
diperhatikan sehingga mencukupi untuk metabolisme dan pembentukan pelikel nata.
Meskipun pada air kelapa terdapat gula namun gula yang ada belum mencukupi
untuk pembentukan pelikel sehingga perlu ditambahkan dari luar. Selain gula, sumber nitrogen
merupakan faktor penting pula. Nitrogen diperlukan dalam pembentukan protein
yang penting pada pertumbuhan sel dan pembentukan enzim. Kekurangan nitrogen
menyebabkan sel kurang tumbuha dengan baik dan menghambat pembentukan enzim
yang diperlukan sehingga proses fermentasi dapat mengalami kegagalan atau tidak
sempurna. Nitrogen yang digunakan untuk pembuatan nata umumnya adalah pupuk ZA
yang relatif murah dan cenderung asam dibandingkan urea.
Acetobacter
xylinum adalah bakteri
yang mampu memfermentasi bahan menghasilkan nata (bahan selulosa berupa jeli).
Acetobacter xylinum merupakan bakteri berbentuk batang pendek, mempunyai
panjang kurang lebih 2 mikron dan permukaan dindingnya berlendir. Acetobacter
xylinum mampu mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan asam organik lain
pada waktu yang sama, dan mempolimerisasi glukosa sehingga terbentuk selulosa.
Bakteri ini biasa digunakan untuk membuat nata de coco/nata de soya/nata de
cassava. Bakteri ini merupakan bakteri yang menguntungkan dan tidak
berbahaya. Acetobacter
xylinum memiliki ciri-ciri antara lain merupakan gram negatif pada kultur yang
masih muda, sedangkan pada kultur yang sudah tua merupakan gram positif,
bersifat obligat aerobic artinya membutuhkan oksigen untuk bernafas, membentuk
batang dalam medium asam, sedangkan dalam medium alkali berbentuk oval,
bersifat non mortal dan tidak membentuk spora, tidak mampu mencairkan gelatin,
tidak memproduksi H2S, tidak mereduksi nitrat dan termal death
point pada suhu 65-70°C. Acetobacter xylinum mengalami
pertumbuhan sel secara teratur, mengalami beberapa fase pertumbuhan sel yaitu
fase adaptasi, fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan eksponensial, fase
pertumbuhan lambat, fase pertumbuhan tetap, fase menuju kematian, dan fase
kematian. Acetobacter xylinum akan mengalami fase adaptasi terlebih dahulu jika
dipindahkan ke dalam media baru. Pada fase ini terjadi aktivitas metabolisme
dan pembesaran sel, meskipun belum mengalami pertumbuhan. Fase pertumbuhan adaptasi
dicapai pada 0-24 jam sejak inokulasi. Fase pertumbuhan awal dimulai dengan
pembelahan sel dengan kecepatan rendah. Fase ini berlangsung beberapa jam saja.
Fase eksponensial dicapai antara 1-5 hari. Pada fase ini bakteri mengeluarkan
enzim ektraseluler polimerase sebanyak-banyaknya untuk menyusun polimer glukosa
menjadi selulosa. Fase pertumbuhan lambat terjadi karena nutrisi telah
berkurang, terdapat metabolit yang bersifat racun yang menghambat pertumbuhan
bakteri dan umur sel sudah tua. Pada fase ini pertumbuhan tidak stabil, tetapi
jumlah sel yang tumbuh masih lebih banyak dibanding jumlah sel mati. Fase
pertumbuhan tetap terjadi keseimbangan antara sel yang tumbuh dan yang mati.
Matrik nata lebih banyak diproduksi pada fase ini. Fase menuju kematian terjadi
akibat nutrisi dalam media sudah hampir habis. Setelah nutrisi habis, maka
bakteri akan mengalami fase kematian. Pada fase kematian, Sel dengan cepat
mengalami kematian tidak baik untuk dijadikan strain nata. Pertumbuhan
Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah
kandungan nutrisi meliputi jumlah karbon dan nitrogen, tingkat keasaman media,
pH, temperatur, dan udara (oksigen). Suhu optimal pertumbuhan bakteri
Acetobacter xylinum pada 28–31˚C, pH optimal 3-4, memerlukan oksigen sehingga
dalam fermentasi tidak ditutup dengan bahan kedap udara sehingga tidak
memungkinkan udara masuk sama sekali, tutup untuk mencegah kotoran masuk ke
dalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi.
|
Gambar 3Acetobacter xylinum
|
BAB IV. BAHAN DAN ALAT DALAM PEMBUATAN YOGURT
DAN NATADE CASSAVA
A.
Yogurt
Alat :
1.
Panci
2.
Kompor
3.
Sendok
C.
Batang pengaduk
D.
Toples secukupnya
Bahan :
1. Susu
murni
2. Bibit
yogurt
B.
Nata de cassava
Alat :
1.
Nampan 7. Saringan
2. Karet
3. Panci/dandang
4. Kompor
5. Pengaduk
6. Kertas
penutup/Koran
Bahan :
1. Air
singkong/limbah cair tapioca
5. Gula
2. Bibit
nata de cassava
6. Cuka
3. Air kelapa
4. zA
BAB V. CARA KERJA DALAM PEMBUATAN YOGURT DAN
NATA DE CASSAVA
A.
Cara pembuatan yogurt
1. Panaskan
susu 1 liter yang akan difermentasi pada suhu 90 derajat celcius selama 15-30
menit, jangan biarkan susu mendidih
2. Dinginkan
susu yang telah dipanaskan sampai suhunya mencapai 40 derajat celcius
3. Campurkan
yoghurt plain sebanyak 0,5 % dari jumlah susu yang akan difermentasikan,
kemudian tutup tempat susu tersebut.
4. Simpanlah
susu yang telah diinokulasikan tersebut dalam ruangan yang bersuhu sekitar 43 derajat
celcius selama 24 jam.
5. Yogurt
siap di sajikan.
B.
Cara pembuatan nata de
cassava
1. Cuci
nampan hongga bersih.
2. Tutup
nampan dengan dengan kertas Koran.
3. Jemur
di terik matahari hingga kering.
4.
Panaskan air singkong di
dengan kompor.
5.
Sementara itu masukkan air
kelapa, gula, cuka dan zA.
6.
Setelah mendidih saring ke
dalam wadah lain.
7.
Masukkan ke dalam nampan
yang sudah steril.
8.
Fermentasikan selama 1
minggu.
9.
Nata siap di manfaatkan
untuk proses lanjut.
BAB VI. MANFAAT YOUGURT DAN NATADE CASAVA
DALAM KEHIDUPAN
A.
Manfaat yogurt
Yoghurt adalah salah satu produk susu
terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui
aktifitas bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus,
dimana mikroorganisme ini dalam produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah.
Kerja
bakteri asam laktat memfermentasikan susu ternyata meningkatkan kandungan gizi
yoghurt. Khususnya vitamin B-kompleks, di antaranya vitamin B1 (tiamin),
vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), vitamin B6 (piridoksin), asam
folat, asam pantotenat, dan biotin. Sederet vitamin tersebut membantu
meningkatkan kesehatan sistem reproduksi, kekebalan tubuh, dan ketajaman fungsi
berpikir. Dengan rajin minum yoghurt, terutama yang murni/polos, dapat
merangsang tubuh mempercepat proses peremajaan sel.
Yoghurt kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak setara dengan susu yang menjadi bahannya. Yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa yoghurt telah dirusak oleh
bakteri. Yoghurt juga kaya dengan vitamin B. Bagi orang yang selalu
diare setiap kali minum susu karena menderita intoleransi laktosa (lactose
intolerance) akan aman-aman saja jika minum yoghurt. Proses fermentasi telah
menguraikan sebagian besar gula susu (laktosa) menjadi komponen-komponen sederhana.
Ellie Metchnikoff, ahli mikrobiologi
asal Rusia yang memenangi Hadiah Nobel bidang fisiologi kedokteran pada tahun
1908, meneliti kebiasaan minum yoghurt penduduk kawasan Balkan. Hasilnya,
Metchnikoff mendapati secara umum penduduk Balkan panjang usia (capaian usia
rata-rata 87 tahun) dan tampak lebih muda dari usianya. Menurut Metchnikoff,
minum yoghurt meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam sistem pencernaan,
khususnya usus halus. Karenanya, peminum yoghurt umumnya jarang menderita penyakit
akibat cemaran mikroba, seperti influenza, diare. Fakta penduduk Bahkan yang
ditemukan Metchnikoff tersebut kemudian melahirkan teori panjang usia dan tetap
awet muda (Metchnikoffs longevity-without-aging theory). Yoghurt adalah bahan makanan yang
biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Yoghurt mengandung energi
sebesar 52 kilokalori, protein 3,3 gram, karbohidrat 4 gram, lemak 2,5 gram,
kalsium 120 miligram, fosfor 90 miligram, dan zat besi 0 miligram. Selain
itu di dalam Yoghurt juga terkandung vitamin A sebanyak 73 IU, vitamin B1 0,04
miligram dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan
penelitian terhadap 100 gram Yoghurt, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak
100 %.
Nama
Bahan Makanan : Yoghurt
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Yoghurt yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Yoghurt yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Yoghurt = 52 kkal
Jumlah Kandungan Protein Yoghurt = 3,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Yoghurt = 2,5 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Yoghurt = 4 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Yoghurt = 120 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Yoghurt = 90 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Yoghurt = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Yoghurt = 73 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Yoghurt = 0,04 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Yoghurt = 0 mg
Khasiat / Manfaat Yoghurt : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : Y
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Keterangan : Riset/penelitian pada Yoghurt yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi.
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Yoghurt yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Yoghurt yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Yoghurt = 52 kkal
Jumlah Kandungan Protein Yoghurt = 3,3 gr
Jumlah Kandungan Lemak Yoghurt = 2,5 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Yoghurt = 4 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Yoghurt = 120 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Yoghurt = 90 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Yoghurt = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Yoghurt = 73 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Yoghurt = 0,04 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Yoghurt = 0 mg
Khasiat / Manfaat Yoghurt : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : Y
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Keterangan : Riset/penelitian pada Yoghurt yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi.
B. Manfaat ata de cassava
Beberapa keunggulan dari nata de cassava
antara lain: kandungan seratnya lebih tinggi dari pada nata de coco (dibuktikan
dengan uji lab), bahan bakunya air limbah pati tapioka/singkong jumlah
melimpah, dan murah. Karena bahannya dari air limbah yang bersifat asam maka
tidak membutuhkan penambahan asam cuka dan tidak membutuhkan gula pasir seperti
dalam pembuatan nata de coco, sehingga biaya produksi dapat ditekan. Namun
kelemahan dari produk ini adalah harus merebus 2x sehingga biaya bahan bakar
lebih tinggi, membutuhkan kesabaran dan keuletan untuk mempelajari proses
produksi nata de cassava.
Nutrisi yang terkandungdi dalam Nata
de Cassava sangat rendah. Nata de Cassava tidak
mengandung vitamin, lemak, dan protein. Kalori yang dihasilkan juga sangat
rendah karena secara biokimia sebenarnya Nata de Cassava ini
merupakan selulosa yang menyerap air. Manusia tidak memiliki enzim selulase
dalam pencernaannya, sehingga tidak dapat mencerna Nata de Cassava menjadi gula
sederhana berupa glukosa sebagai sumber energi. Hal tersebut menyebabkan Nata
de Cassava tidak menyebabkan kegemukan, sehingga Nata de Cassava sangat cocok
diamakan untuk mereka yang sedang menjalankan program diet.
Namun dari sisi cita rasa, tekstur atau
kekenyalan Nata de Cassava memberi cita rasa yang menarik dan
disukai oleh konsumen. Nata de Cassava dapat dibuat dalam
berbagai bentuk seperti dadu, irisan tipis, irisan kecil memanjang, maupun
serpihan tidak teratur. Dari sisi tampilan warna Nata de Cassava juga dapat
dibuat menjasi beragam warna sesuai dengan keinginan kita, dengan cara merendam
nata pada air yang sudah diberi pewarna makanan. Demikian rasa dari nata
ini dapat kita buat dalam berbagi rasa seperti manis asam, tawar
tergantung penambahan bahan tambahan pangan yang menyebabkan rasa tertentu.
BAB VI. KESIMPULAN
Mikrobia yang berperan dalam pembuatan
yogurt yaituStreptococcus thermophilus dan Lactobacillus
bulgaricus sedangkan mikrobia
yang berperan dalam pembuatan nata de cassava adalah
bakteri nata (Acetobacter Xylinum).Yoghurt
kaya akan protein, beberapa vitamin B, dan mineral yang penting. Yoghurt memiliki lemak setara dengan susu yang menjadi bahannya. Yoghurt bisa dikonsumsi orang yang alergi terhadap susu karena struktur laktosa yoghurt telah dirusak oleh
bakteri.Nata
De Cassava lebih bagus dibanding Nata De Coco, karena nata De Cassava lebih
berserat. Pengolahannya pun berbeda. Namun konsumen keduanya tidak jauh
berbeda.Nata De Cassava bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan serta
memiliki kandungan serat tinggi dan kandungan kalori rendah yang cocok untuk
makanan diet.Limbah cair tapioka mengandung karbohidrat dan protein tinggi
sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat fermentasi oleh bakteri
Acetobacter xylinum untuk menghasilkan Nata de cassava. Hal yang harus di
perhatikan dalam fermentasi kedua produk
tersebut adalah kesterilan.
DAFTAR PUSTAKA
Bahan Pembuatan Yoghurt.http://herlanjaelani.wordpress.com/2011/10/22/membuat-yoghurt-bahan/.(diakses
16 Januari 2015)
Bakteri yogurt
.http://muhtaufiqmunawar.blogspot.com/2009/01/bakteri-pada-yoghurt.html.
(diakses 16 januari 2015)
Bibit Nata
de Cassava
http://contohinticassavamandiri.blogspot.com/2010/04/bibit-nata-de-cassava.htmlOleh
ArdianZzZ Rabu, April 14, 2010.
(diakses 16 Januari 2015)
Cara membuat Nata de Cassava.
2013http://edrafarm.blogspot.com/2013/01/cara-membuat-nata-de-cassava.html.
(diakses 16 Januar 2015)
Laporan Nata De Cassava http://mydream-kirku.blogspot.com/2011/10/nata-de-cassava- -naufanti.html (diakses 17 Januari 2015)
Proses
Pengolahan Nata de Cassava http://kabar-agro.blogspot.com/2011/11/proses-pengolahan-nata-de-cassava.html. (diakses 16 Januari 2015)
TITA SITI TAOHIDAH - NIM.
06640004, (2011) PEMBUATAN NATA DE CASSAVA DARI LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN
VARIASI VOLUME STARTER. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar