Senin, 06 November 2017

PEMANFAATAN SIMBIOSIS MUTUALISME DALAM USAHA PERTANIAN SISTEM MINAPADI

PEMANFAATAN SIMBIOSIS MUTUALISME DALAM USAHA PERTANIAN SISTEM MINAPADI





Oleh:
MUHAMMAD SUPRDI
(C1061131006)





PRGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016






Sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan baik pada tingkat nasional, regional, sampai dengantingkat rumah tangga. Dari sekian banyak jenis bahan pangan, beras masih menjadi primadona bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Produksi padi di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2011 mencapai 843 ribu ton atau mengalami pertumbunan sebesar 4,5 persen selama periode 2007 s.d. 2011 dengan produktivitas mencapai 60,51 ku/ha untuk padi sawah dan 44,24 ku/ha untuk padi ladang (Badan Pusat Statistik DIY, 2012). Saat ini diperlukan upaya untuk mengembangkan teknologi budidaya padi yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan. Berbagai konsep perbaikan dalam usahatani padi telah dilakukan agar produktivitas padi tetap tinggi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pendapatan petani yang telah dilakukan diantaranya adalah: Program Prima Tani, Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), minapadi dan pengembangannya.
Budidaya minapadi adalah budidaya terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah, yaitu selain tidak mengurangi hasil padi, juga dapat menghasilkan ikan. Lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara, sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk. Ikan dapat juga membatasi tumbuhnya tanaman lain yang bersifat kompetitor dengan padi dalam pemanfaatan unsur hara, sehingga dapat juga mengurangi biaya penyiangan tanaman liar.
Minapadi telah lama dikembangkan di Indonesia, selain menyediakan pangan sumber karbohidrat teknologi ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makan penduduk di pedesaan. Dengan teknologi minapadi yang tepat, minapadi dapat memberikan pendapatan yang tinggi. Keuntungan yang di dapat dari usahatani minapadi berupa produksi padi dan ikan.
            Pertanian dengan sistem minapadi ialah salah satu penerapan simbiosis mutualisme dalam ilmu biologi, karena terjadi interaksi saling menguntungkan antara padi dan ikan.


B.       Tujuan

          Tujuan dari pembuatan paper ini antara lain:
1.    Untuk mengetahui pengertian minapadi. 
2.    Untuk mengetahui budidaya minapadi.
3.    Untuk mengetahui keuntungan dan kelemahan budidaya minapadi.
4.    Untuk memenuhi tugas terstruktur mata kulia BIOLOGI 



BAB II. PEMBAHASAN

A.     Pengertian Minapadi

Minapadi adalah cara yang digunakan oleh petani dengan menggabungkan teknik budidaya padi dan pemeliharaan ikan, yang dilakukan secara bersamaan di lahan sawah. Biasanya sistem minapadi dilakukan di sistem pengairan sawah teknik dan setengah teknis. Sebab keberadaan air di sawah dalam sistem minapadi sangan dibutuhkan. Minapadi merupakan salah satu strategi yang baru dilakukan petani, dari sistem monokultur ke sistem diversivikasi pertanian. Gerakan usaha budidaya minapdi merupakan usaha terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah, dalam rangka meningkatkan pemdapatan untuk kesejahteraan petani dan terciptanya ketahanan pangan (Anonim, 2012).
Intensifikasi mina padi adalah bagian dari sistem budidaya ikan di sawah. Budidaya ikan di sawah merupakan suatu kegiatan pertanian yang memadukan budidaya ikan dengan budidaya padi sawah. Menurut Hanafi (1993) dalam Diodenha (2001), sistem usahatani mina padi bukanlah hal yang baru karena telah diterapkan pada tahun 1950-1960-an namun keuntungan yang didapat masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena teknik budidayanya masih sederhana (tradisional) dan beragam. Usaha pemeliharaan ikan di sawah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan.
Untuk menentukan jenis ikan yang akan dipelihara perlu diperhatikan faktor yang menyangkut kualitas ikan dan kesesuaian dengan lingkungannya. Faktor ikan menyangkut kualitas ikan adn kesesuaian dengan lingkungannya. Faktor sawah meliputi sistem irigasi yang baik dan tingkat kesuburan yang berhubungan dengan ketersediaan makanan alami bagi ikan (Diodenha, 2011).

B.       Keuntungan Sistem Mina Padi

Jenis ikan yang umum dibudidayakan dalam sistem mina padi adalah ikan mas (Cyprinus carpio), tawes (Puntius javanicus), nilem (Osteohilus hasselti), merah mata (Puntius orphiodes), nila (Tilapia nilatica), kancra (Labeobarbus trombroides), dan karper (Ctenophary-ngodon idellus). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan  jenis  ikan adalah volume air, ketersediaan benih, pakan, pasar, dan  kebiasaan petani. Pada minapadi, ketinggian air genangan  tanaman padi terbatas antara 10-15 cm, dan pada bagian caren ketinggian airnya 20-30 cm (Suriapermana et al. 1989 dalam Sasa dan Syahroni, 2006).
Salah satu upaya memperoleh pakan ikan yang murah adalah memanfaatkan azolla dalam sistem minapadi. Menurut Lales et al. (1989) dalam Sasa dan Syahroni, (2006), azolla dapat men-substitusi pakan  ikan sekitar 30%. Oleh karena  itu, minapadi-azolla dalam suatu hamparan dapat meningkatkan kesuburan anah, mengendalikan gulma dan hama padi, serta meningkatkan hasil padi (Fagi et al. 1992 dalam Sasa dan Syahroni, 2006). Selain itu, penggunaan azolla sebagai pakan ikan di sawah berpeluang meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Azolla  merupakan  tumbuhan  air yang  mampu  mengikat  N  bebas  dari  udara melahi simbiosis dengan Anabaena azollae.  Azolla  dapat  digunakan sebagai pupuk  hijau  organik dan  membantu dalam memperbaiki sifat fisik,  kimia  dan biologi  tanah  sehingga bermanfaat bagi pertumbuhan  tanaman,  terutama padi. Selain itu azolla mampu menekan pertumbuhan  gulma  air, menekan perkembang biakan nyamuk, terutama pada air  yang tergenang  dan dapat juga  digunakan sebagai pakan ternak unggas  dan  ikan karena kandungan  protein  dan  mineral nya tinggi (Arifin, 2003 dalam Kaimuddin, et al., 2008).
Usaha mina padi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan. Menurut Agustian (1997) dalam Hafsanita (2002), sistem ini mempunyai keuntungan:
1.        Meningkatkan pendapatan petani, karena petani mendapat tambahan dari hasil ikan.
2.        Meningkatkan produksi tanaman padi, karena sistem ini dapat:
a.              meningkatkan kesuburan tanah, karena kotoran ikan berfungsi sebagai pupuk,
b.             pertumbuhan gulma dapat ditekan, karena ikan memakan gulma-gulma tersebut,
c.              perkembangan populasi hama dan penyakit tanaman padi dapat ditekan, karena ikan akan memakan binatang-binatang kecil hama tersebut, dan
d.             ada perilaku ikan yang mencari makan dengan membolak-balik tanah, sehingga dapat memeperbaiki struktur tanah.
3.      Meningkatkan efisiensi dan produktifitas lahan
4.       Tanaman padi dapat lebih terkontrol, karena petani lebih sering ke sawah.
5.      Memenuhi kebutuhan protein hewani
6.      Mengurangi biaya pengolahan
Biaya untuk persiapan lahan ikan sudah menjadi satu dengan biaya persiapan lahan untuk padi, pakan ikan bisa didapat dari pemanfaatan azolla pada tanaman padi.

C.       Langkah-Langkah dalam Usaha Minapadi

1.      Budidaya Ikan Sebagai Penyelang Tanaman Padi

            Pemeliharaan ikan sebagai penyelang dilakukan setelah tanah sawah dikerjakan sambil menunggu penanaman padi. Lamanya pemeliharaan biasanya 20 – 30 hari, sampai pada saat benih padi siap untuk ditanam. Pada sistem ini biasanya hanya dilakukan untuk pendederan benih ikan. Tujuannya adalah setelah umur 20 – 30 hari, hasil dederan berubah menjdai anak ikan yang siap ditebarkan di kolam.
            Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (2011), budidaya minapadi dengan penyelang dapat dilakukan sebagai berikut:
a.         Persiapan lahan
-          Membabat jerami sampai pangkalnya dan dibenamkan
-          Perbaikan pematang untuk mencegah kebocoran air.
-          Saluran pemasukan dan pengeluaran terletak pada sisi yang berseberangan dilengkapi dengan saringan yang terbuat dari kawat, bambu atau saringan.
-          Pengolahan dan pembalikan tanah menggunkan luku atau retovator (traktor).
-          Pembuatan careng keliling dengan lebar 40 – 100 cm dan careng penampunga (kobakan panen) dengan ukuran 1 x 2 m dan kedalaman 50 – 75 cm.

b.       Pemupukan 
-          Pemupukan dengan SP-36 dan urea tahap I sebanyak 6 – 7 gram/m2 dilakukan setelah persiapan lahan atau 4 – 5 hari sebelum penebaran benih.
-          Pupuk organik diberiakn setelah petakan digenangi air setinggi 15 cm dengan frekuensi 1 - 2 pekan sekali sebanyak 30 – 100 gram/m2.

c.         Pemeliharaan
-          Benih ikan yang ditebar sebanyak 30.000 ekor/ha/MT berukuran 1 – 3 cm
-          Pakan tambahan untuk ikan berupa dedak halus sebanyak 4 % dari bobot total ikan, dengan frekuensi 3 kali sehari.
-          Ketinggian air di dalam petakan selama masa pemeliharaan adalah 30 – 40 cm
-          Balikkan tumpukan jerami 3 (tiga) hari sekali untuk mempercepat proses pembusukan dan pertumbuhan pakan alami.
-          Suplai air terus – menerus dengan kecepatan 2 – 4 liter/detik untuk petakan seluas 500 m2.

d.      Pemanenan.
-          Panen dilakukan 2 – 3 hari sebelum tanam padi.
-          Pengeringan petakan secara total dan dipasang saringan pada pipa pengeluaran untuk mencegah lolosnya benih.
-          Setelah masa pemeliharaan selama 30 hari dihasilkan benih ikan berukuran 3 – 5 cm sebanyak 21.000 ekor setara dengan 105 kg/ha.
  

2.      Budidaya Ikan Bersama Padi

Budidaya ikan bersama padi merupakan pemeliharaan ikan di sawah yang dilakukan bersama dengan tanaman padi. Lama pemeliharaan adalah sejak benih padi ditanam sampai penyiangan I, penyiangan II atau sampai tanaman padi mulai berbunga, kira-kira umur tanaman padi 50 hari. Sistem budidaya minapasi ini sering disebut sebagai sistem tumpangsari.
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (2011), budidaya minapadi dengan sistem tumpangsari dapat dilakukan sebagai berikut:

a.              Persiapan Lahan.
-          Sawah dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan penanaman padi dan pemeliharaan ikan
-          Tanah diolah atau dibajak samapai lumpur mencapai 15 – 30 cm, de3ngan perbandingan lumpur dan air, 1:1
-          Pembuatan parit/caren untk udang galah berukuran lebar 1 m dengan kedalaman 60 – 75 cm
-           Penanaman padi

b.             Pemupukan Padi
Pada pemupukan dasar, pupuk ditaburkan secara merata pada keadaan sawah masih melumpur. Urea dan SP-36 tidak dianjurkan untuk dicampurkan pada saat penaburan. Pada pemupukan susulan, air dalam petakan diusahakan dalam keadaan macak-macak sebelum penebaran (ikan berada pada kemalir auat diungsikan terlebih dahulu). Pupuk ditaburkan diantara barisn tanaman atau ditebar secara merata. Benamkan pupuk dengan landak sambil menyiang atau diinjak-injak khusus agar bisa terbenam pada kedalaman lebih dari 3 cm.

c.              Penebaran ikan
Padat penebaran dan ukuran benih ikan disesuaikan dengan tujuan penanaman penanman, penebaran, pertama benih berukuran 1 – 3 cm (fingerking) dengan padat penebaran 3 – 5 cm ekor/m2 dilakukan 3 – 5 cm setelah tanam padi. Jika benih ikan yang ditebar berukurang kurang dari 5 cm, gunakan panglojo (ikan pembimbing), yang ukurannya lebih besar (50 -75 gram) sebanyak 200-150 ekor/ha. Karena ikan ini dapat membolak balikan lumpur sehingga dapat membantu ikan-ikan kecil mencari makan. Ikan dapat diganti dengan dengan udang galah berukuran 5 – 8 gram/ekorsebanyak 2 ekor/m2.  Jadwal tanam ikan pada budidaya minapadi sesuai dengan ukuran ikan dan lama pemeliharaan.

d.        Pemeliharaan
-          Apabila pertumbuhan padi tidak normal (anakan kurang) turunkan permukaan air sampai 5 cm selama 2 – 4 hari guna memberi kesempatan padi untuk bertunas.
-          Ikan perlu diberi pakan tambahan berupa dedak dengan takaran 4 – 5 % dari berat badan ikan. Untuk pakan udang galah diberikan pekan berupa pellet (protein 30 %) sebnayak 1 % dari berat badan udang/hari  dengan frekuensi 3 kali sehari.
-          Selama masa pemeliharaan kedalaman air di pelataran 10 – 15 cm dan parit 30 – 40 cm.
-          Pemasukan dan pengeluaran air dilakukan berdasarkan grafitasi.
-          Lemanya pemeliharaan ikan tergantung pada ukuran benih dan besarnya iakn yang hendak dipanen. Lama pemeliharaan benih dari ukuran kebul sampai ukuran belo 15 – 20 hari, dari belo sampai ngaramo 20 – 30 hari, dan dari ngaramo menjadi ikan konsumsi 40 – 55 hari.

e.              Pemanenan ikan
-          Pemanenan ikan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari pada saat suhu udara rendah.
-          Pengeringan petakan pada waktu panen harus dilakukan perlahan – lahan agar ikan dapat mencapai parit.
-          Keluarkan air pada bagian kemalir agar ikan berkumpul pada kemalir tersebut samai ketinggian air mencapai 3 – 5 cm.
-          Air yang terkumpul ditangkap dan ditampung dalam hapa yang ditempatkan pada air mengalir. Setelah petakan kering, air dapat dialiran kembali agar ikan yang masih tersisa dalam petakan dapat terselamatkan
-          Setelah masa pemeliharaan selama 90 hari dihasilkan udang ukuran konsumsi (25 – 35 g/ekor) sebanyak 15.000 – 16.000 ekor setara dengan 450 kg.
      

BAB III. PENUTUP


A.   Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkkan bahwa usaha minapadi merupakan sistem pertanian yang menguntungkan petani, selain itu usaha minapadi lebih evektif dan efisien dalam dalam meningkatkan penghasilan karena petani bisa mendapatkan dua hasil yaitu padi an ikan.
            Usaha pertanian sistem minapadi juga membuktikan adanya penerapan ilmu biologi dibidang pertanian yaitu  teori simbiosis mutualisme karena adanya interaksi dua makhluk hidup yang saling menguntungkan yaitu padi dan ikan. Usaha minapadi juga mengurangi biaya petani dalam mengolah lahan misalnya biaya pupuk, pestisida dan penyiangan gulma.

B.     Saran

Dari pembahasan dan kesimpulan diatas saya  menyarankan hal-hal sebagai berikut:
1.      Usaha mina padi perlu lebih dikebangkan mulai dari penelitian di pergurunan tinggi, diajukan kepada dinas-dinas terkait dan di promosiakan kepada petani-petani di  masyarakat.
2.      Pertanian sistem mina padi merupakan sesuatu yang baru bangi masyarakat, oleh karena itu perlu adanya penyuluhan dan pelatihan agar masyarakat dapat menerapkan sistem pertanian tersebut.
3.      Pemerintah sebaiknya menyiapkan srana dan prasarana bagi masyarakat yang ingin mencoba usaha pertanian sistem mina padi.

 



DAFTAR PUSTAKA



Damayanti, Yusma. 2011. Potensi Dan Peluang Pengembangan Sistem Minapadi Sebagai Upaya Penanganan Dampak Perubahan Iklim Di Provinsi Jambi. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi-IV
Diodenha, Astar. 2001. Persepsi Lingkungan Petani Desa Purwasari, Kec. Dramaga, Kab. Bogor Terhadap Penerapan Teknologi Intensifikasi Mina Padi (INMIDI). Skripsi. Institut Pertanian Bogor
Hafsanita, Shanti Dewi. 2002. Analisis Ekonomi Pola Pemanfaatan Lahan Sawah Untuk Perikanan Di Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Skripsi. Institut Pertanian
Kaimuddin., Bachrul Ibrahim., dan Lina Tangko. 2008. Budidaya padi sawah irigasi dengan aplikasi azolla dan ikan nila. Jurnal agrivigor 7(3): 242-253
Sasa, Johari J., dan O. Syahromi. 2006. Sistem Minapadi dalam Perspektif Produktivitas Lahan, Pendapatan, dan Lingkungan. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan  Vol. 25 No. 2
Tiku, Gilda vanessa. 2008. Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah Menurut Sistem Mina Padi dan Sistem Non Mina Padi (Kasus Desa Tapos I Dan Desa Tapos Ii, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Skripsi. Institut Pertanian Bogor



Selasa, 17 Oktober 2017

MAKANAN BERGIZI SEIMBANG BERDASARKAN TINGKAT USIA

MAKALAH ILMU PANGAN DAN GIZI

MAKANAN BERGIZI SEIMBANG BERDASARKAN TINGKAT USIA


DISUSUN OLEH:
Arif Pambudi ( C1061151035)
Ma’ruf  (C1061131001)
Muhammad Supardi (C1061131006)
Wais Alkarni (C1061131014)
Yusup Nurahman (C1061131007)


PRODI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TANNJUNGPURA
 PONNTIANAK
2016




KATA PENGANTAR



Pertama-tama saya ucapkan Alhamdulillah kepada Allah SWT. karena berkat rahmad-Nya lah makalah tugas terstruktur ini bisa deselesaikan tepat waktu. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada Ir. Hj. Tri Rahayuni, MP selaku dosen pengajar ILMU PANGAN DAN GIZI yang telah memberikan tugas terstruktur ini dengan tujuan untuk melatih kemampuan kami dalam mencari dan mengembangkan informasi diluar kampus.
      Makalah ini dibuat sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh dosen. Selain untuk memenuhi tugas tersyruktur mata kuliah ILMU PANGAN DAN GIZI, makalah ini juga untuk memperkaya wawasan mahasiswa umumnya, khususnya bagi saya kami sebagai penyusun makalah ini. Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa lebih banyak tau lagi tentang makanan yang bergizi seimbang berdasarkan tingkat usia. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan bagi pembacanya.


A.     Latar Belakang

Nutrisi sangat penting bagi manusia karena nutrisi merupakan kebutuhan fital bagi semua makhluk hidup, mengkonsumsi nutrien (zat gizi) yang buruk bagi tubuh tiga kali sehari selama puluhan tahun akan menjadi racun yang menyebabkan penyakit dikemudian hari. Nutrisi sangat bermanfaat bagi tubuh kita karena apabila tidak ada nutrisi maka tidak ada gizi dalam tubuh kita, sehingga bisa menyebabkan penyakit/terkena gizi buruk. Oleh karena itu kita harus memperbanyak nutrisi. Namun kebutuhan nutrisi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pada masing-masing usia.

B.     Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan makanan bergizi seimbang?
2.      Apa saja jenis makanan bergizi seimbang berdasarkan tingkat usia?
3.      Mengapa makanan bergizi seimbang sangat diperlukan?

C.     Tujuan

1.      Mengetahui lebih dalam tentang makanan bergizi seimbang.
2.      Mengetahui jenis-jenis makanan bergizi seimbang berdasarkan tingkat usia.
3.      Mengetahui pentingnya makanan bergizi seimbang bagi tubuh.


BAB II. PEMBAHASAN

A.     Pengertian Makanan Bergizi Seimbang

Makanan bergizi seimbang adalah makanan yang jumlahnya beraneka ragam dalam proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang  guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh, proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan.
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat.
Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.
Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.
Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

B.     Jenis Makanan Gizi Seimbang Berdasarkan Tingkat Usia

1.     Anak-anak

Pertumbuhan anak tidak banyak mengalami perubahan yang berarti, sehingga kebutuhan kalori anak usia sekolah adalah 85 kkal/kg berat badan. Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi yang lebih baik daripada kelompok Balita, karena kelompok umur sekolah ini sudah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), maupun oleh kelompok swasta berupa program suplementasi makanan tambahan di sekolah atau Program Makan Siang Sekolah (School Lunch Program).
Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, misalnya berat badan yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi vitamin C, dan di daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium. Keluhan yang banyak disuarakan oleh kaum ibu mengenai kelompok umur sekolah ini bahwa mereka kurang nafsu makan, sehingga sulit sekali disuruh makan yang cukup dan teratur.
Kebutuhan nutrisi anak berdasarkan golongan umur dalam tahun :
Usia     Kalori  Protein   Cal        Fe        Vit A    Vit B    Vit C
10-12   1900    60           0,75      8          2500      0,7        25
7-9       1600    50           0,75      7          2500      0,6        25
5-6       1400    40           0,50      6          2500      0,6        25
Tahun  Cal       dr           dr          Mg       U           Mg        Mg

Makanan bergizi sering dikaitkan dengan buah-buahan, tetapi ada varietas makanan lain yang bergizi yang sehat dan bermanfaat bagi kesehatan anak-anak. Ikan dan kacang-kacangan mengandung protein tanpa lemak, merupakan sumber nutrisi yang ideal bagi anak-anak. Kalsium diperlukan bagi kesehatan tulang dan gigi, yang bisa diperoleh dari produk susu, seperti susu dan keju. Seluruh biji-bijian yang ditemukan dalam roti dan sereal juga merupakan sumber kaya serat yang bermanfaat.
Anak-anak yang mengkonsumsi terlalu banyak makanan bergizi justru cenderung menderita obesitas. Anak-anak bisa mendapatkan diet seimbang , yaitu dengan jalan mengonsumsi berbagai jenis makanan dari empat kelompok makanan utama di bawah ini: Roti, sereal lain dan kentang adalah makanan bertepung, yang juga termasuk pasta dan nasi  yang memberikan energi, serat, vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran adalah makanan yang menyediakan serat, vitamin dan mineral dan juga merupakan sumber antioksidan. Susu dan produk susu adalah makanan yang menyediakan kalsium untuk kesehatan tulang dan gigi, protein untuk pertumbuhan, ditambah vitamin dan mineral. Daging, ikan dan makanan alternatif lain seperti telur dan kacang-kacangan, menyediakan protein, vitamin dan mineral, terutama zat besi. Hal ini juga mengandung serat.

2.     Remaja

Kelompok umur remaja juga menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut “adolescense growth spurt”, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relatif besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan jasmani sangat banyak, karena biasanya pada umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi-tingginya, seperti atletik, mendaki gunung, sepak bola, hiking dan sebagainya. Bila konsumsi berbagai zat gizi tidak ditingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relatif terutama defisiensi vitamin-vitamin.
Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche dan menses disertai pembuangan sejumlah Fe. Remaja putri kelompok ini sangat sadar akan bentuk badannya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiet tanpa pengawasan atau nasihat seorang ahli kesehatan dan gizi. Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan remaja ini.
         Kebutuhan Nutrisi
1.         Kebutuhan nutrisi harian  pada usia ini harus seimbang di antara berbagai kelompok makanan.
2.         Rata-rata kebutuhan asupan kalori harian bervariasi sesuai dengan gender & usia :
                Perempuan
 usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 48 kkal/kgBB/hari
         usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 38 kkal/kgBB/hari
         Laki-laki
usia 11 – 14 tahun membutuhkan kalori 60 kkal/kgBB/hari
usia 15 – 18 tahun membutuhkan kalori 42 kkal/kgBB/hari

Masa remaja merupakan tahap transisi penting pertumbuhan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Mengingat aktivitas fisik yang umumnya banyak dilakukan oleh remaja, seperti sekolah, olahraga, hobi, kursus dan ke-organisasi-an, remaja memerlukan asupan zat gizi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhannya.
Untuk memenuhi kecukupan proteinnya, remaja bisa diperkenalkan dengan berbagai sumber protein hewani seperti telur, ikan, daging, unggas, susu dan hasil olahannya. Serta sumber protein nabati pada kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu dan susu kedelai. Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral. Khusus bagi remaja perempuan, perhatikan juga asupan zat besi, folat, vitamin A, vitamin C dan berbagai vitamin B untuk menghindari anemia dan masalah gizi lainnya. Makanan yang kaya akan zat gizi tersebut, banyak terdapat pada hati, daging, unggas, kuning telur, serealia kasar, sayur dan buah, serta kacang-kacangan. Sertakan konsumsi air minimal 2 liter sehari.

3.     Dewasa

Istilah dewasa menggambarkan segala organisme yang telah matang, tapi lazimnya merujuk pada manusiaorang yang bukan lagi anak-anak dan telah menjadi pria atau wanita dewasa.
Pada orang dewasa, dimana pertumbuhan tidak lagi terjadi kebutuhan zat-zat gizi lebih tergantung pada aktivitas fisiknya. Umumnya laki-laki lebih memerlukan energi ini disebabkan karena secara fisik laki-laki lebih banyak bergerak tetapi pada aktivitasnya juga memerlukan energi banyak. Semakin tinggi dan semakin berat badan seseorang maka kebutuhan energinya juga perlu ditambahkan.
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan adalah aktivitas fisik angka kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat.
Klasifikasi dewasa berdasarkan usia :
*  Masa dewasa  muda (21-30 th)
Kebutuhan nutrisi pada usia ini untuk proses pertumbuhan, proses pemeliharaan dan pebaikan tubuh, mempertahankan keadaan gizi.
*  Masa dewasa (31-45 th)
Masa dewasa masa produktif khususnya terkait dengan aktifitas fisik, karena umur ini merupakan puncak untuk aktivitas hidup terutma dalam aktifitas bekerja. Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat pekerjaan ringan, berat, sedang.
*  Dewasa tua (46 th keatas)
Kebutuhan unsur-unsur gizi sudah jauh berkurang, pada usia lanjut maka BMR akan berkurang 10-30%. Maka aktifitas mengalami degenerative.
*  Wanita masa kehamilan menyusui
Wanita hamil dan ibu menyusui sangat memerlukan makanan yang baik  dan cukup. Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menghasilkan 1 liter ASI harus menyediakan kalori sebanyak 150 kal sedangkan ASI mengandung 75 kal, 12 gr protein, 45 gr lemak laktosa vitamin dll.

         Kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan menyusui :
Jenis kebutuhan     Ibu hamil         Ibu menyusui
Kalori                    2500 gr             300 gr
Protein                   85gr                 100 gr
Calsium                 1,5 gr                2 gr
Ferum                    15 gr                 15 gr
Vit A                     8000 U.I           8000 U.I
Vit B                     1,8 mg               2,8 mg
Vit C                     100 mg              150 mg
Riboflavin             2,5 mg               3 mg
Vit D                    400-800 U.I       400-800 U.I
Air                        6-8 gelas            6-8 gelas

1. Karbohidrat
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan aktivitas fisik adalah angka kecukupan gizi energi untuk dewasa 2000-2200 kkal ( untuk perempuan ) dan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari. Energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber karbohidrat adalah beras, terigu, umbi-umbian, jagung dan gula.
2. Protein
Pada akhir remaja kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein dewasa adalah 48-62 gr/hari untuk perempuan dan pada laki-laki8 55-66 gr/hari. Berbagai sumber protein diantaranya daging merah, susu, tempe, dan kacang-kacangan.
3. Kalsium
Lebih kurang dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang dewasa dicapai pada masa remaja, kalsium untuk orang dewasa adalah 600-700 mg. Bagi laki-laki dewasa kebutuhan mineral akan kalsium cukup 0,45 gram sehari. Bahwa kebutuhan kalsium 7-7,5 mg perkilogram berat badan adalah kurang lebih sama dengan 0,5-0,7 gram sehari bagi orang dewasa normal. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu, sumber kalsium lainnya adalah ikan, kacang, sayuran.
4. Zat Besi
Setelah dewasa, kebutuhan gizi menurun, status besi dalam tubuh juga mempengaruhi hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan akan anemia besi dibandingkan laki-laki. Jumlah seluruh besi didalam tubuh orang dewasa terdapat sekitar 3,5 g, dimana 70 persennya terdapat dalam hemoglobin, 25 persennya merupakan besi cadangan. Rata-rata besi simpanan 1000 mg pada orang dewasa. Status besi dalam tubuh juga mempengaruhi efisiensi penyerapan besi yang dapat mengakibatkan penyerapan besi antara lain yaitu cafein, fitat, zicn, dan lain-lain. Makanan yang mengandung zat besi antara lain hati, daging merah, daging putih (ayam,ikan), kacang-kacang dan sayuran hijau.
5. Vitamin
Kebutuhan vitamin meningkat selama masa dewasa muda karena pertumbuhan dan perkembangan cepat terjadi. karena energi yang meningkat, maka kebutuhan beberapa vitamin pun meningkat antara lain yang berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi seperti : vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan niacin. Untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup, vitamin A, dan C, E.

BAB III. PENUTUP

A.     Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.      Kebutuhan gizi yang dari makanan  harus sesuai dengan tingkat usia.
2.      Makanan yang baik untuk anak-anak yaitu Ikan dan kacang-kacangan mengandung protein tanpa lemak, Kalsium diperlukan bagi kesehatan tulang dan gigi, yang bisa diperoleh dari produk susu, seperti susu dan keju serta untuk tenaga yaitu roti dan sereal.
3.      Makanan yang baik untuk usia remaja selain karbohidrat sebagai sumber tenaga yaitu sumber protein hewani seperti telur, ikan, daging, unggas, susu dan hasil olahannya. Serta sumber protein nabati pada kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu dan susu kedelai. Selain itu juga harus sering mengkonsumsi sumber vitamin dan mineral seperti hati, daging, unggas, kuning telur, serealia kasar, sayur dan buah, serta kacang-kacangan. Sertakan konsumsi air minimal 2 liter sehari.
4.      Pada usia dewasa kebutuhan makanan sumber karbohidrat lebih besar, karena pada usia produktif tersebaut banyak melakukan aktifitas yang mengeluarkan tenaga. Disamping itu juga diperlukan makanan sumber lainnya seperti protein dan vitamin sebagai zat untuk pengatur dan mempertahankan. Kebutuhan akan lemak lebih kecil dan tergantung kondisi tubuh.
                                                 

B.   Saran

1.      Sebaiknya kita lebih memperhatikan makanan yang kita makan agar sesuai dengan kebutuhan pada usia kita.
2.      Keseimbangan dalam makan perlu diperhatikan, jangan sampai ada salah satu zat yang berlebihan dalam tubuh kita.
3.      Bila kondisi tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan pemenuh kebutuhan gizi, dapat menggantinya dengan makanan lain yang mempunyai fungsi yang sama.



Daftar pustaka



Suhardjo. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Yogyakarta : Kanisius
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VI). 1998. Angka kecukupan gizi (AKG) untuk remaja dan dewasa
Karisma Teguh. 2012. Pengertian Menuhttp://teguhkarisma.wordpress.com/menu/pengertian-menu/ (diakses pada tanggal 22 Maret 2016)
Proverawati Atikah. 2009. Gizi dan Kesehatan untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Yayasan Institut Danone Indonesia. Pentingnya Makan Makanan Yang Beraneka Ragam – Untuk Remaja 10-19 Tahun. http://www.danonenutrindo.org/prinsip1_remaja.php (diakses pada tanggal 22 Maret 2016)

Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI (WKNPG VI). 1998. Angka kecukupan gizi (AKG) untuk remaja dan dewasa